1. Teori Konsentris (Ernest W Burgess)
Keterangan :
1. Zona PDK (Pusat Daerah Kegiatan) atau CBD(Central BussinessDistrics)
Terdapat toko-toko besar, bangunan kantor,bank. rumah makan, museum
dsb.
2. Zone peralihan / transisi.
Merupakan daerah yang terikat dengan Pusat Daerah Kegiatan. Penduduk daerah ini tidak stabil, dilihaat daari segi tempat tinggal, social, ekonominya tergolong daerah miskin. Dalam perencanaan pembangunan kota daerah diubah menjadi komplek perhotelan, tempat parker dan jalan utama yang menghubungkan dengan daerah luarnya.
3. Zona pemukiman kelas proletar.
Didiami oleh pekerja yang kurang mampu, rumahnya kecil-kecil
4. Zone pemukiman kelas menengah (residential zone).
Merupakan komplek perumahan karyawan kelas menengah yang memiliki keahlian tertentu, kondisi rumahnya lebih baik dari kelas proletar.
5. Zone pemukiman elit.
Didiami oleh orang-orang yang kehidupan ekonominya baik,ex : pengusaha.
6. Zone penglajo (commuters zone)
Merupakan daerah hinterland, penduduknya bekerja di kota, berangkat
pagi pulang sore.
Gambar :
2. Teori Sektoral (Homer Hoyt)
Penggunaan lahan membentuk sektor-sektor yang beba sesuai dengn perkembangan daerah baru.
Keterangan :
Zona 1 : PDK (CBD) gambar :
Zona 2 : zona tempat grosir dan manufaktur
Zona 3 : zona pemukiman kelas rendah
Zona 4 : zona pemukiman kelas menengah
Zona 5 : zona pemukiman kela tinggi
3. Teori Inti Ganda (Haris dan Tillman)
Bahwa suatu kota tidak hanya terdapat satu CBD saja, tetapi bias beberapa CBD. Teori ini banyak diterapkan oleh kota-kota megapolis.
Keterangan :
Zona 1 : zona PDK (CBD) gambar :
Zona 2 : zona terdapatnya grosir dan manufaktur
Zona 3 : zona pemukiman kelas rendah
Zona 4 : zona pemukiman kelas menengah
Zona 5 : zona pemukiman kelas tinggi
Zona 6 : zona daerah manufaktur berat
Zona 7 : zona daerah luar PDK
Zona 8 : zona daerah pemukiman sub urban
Zona 9 : zona daerah industri sub urban



0 komentar:
Posting Komentar